Pertumbuhan Alami Kontraksi 4,26 Persen

Total Aset Bank Umum di Riau Rp98,94 Triliun

No comment 40 views

banner 160x600
Women face

PEKANBARU (WNC) - Pertumbuhan aset perbankan Riau pada triwulan III 2018 masih mengalami kontraksi, dimana total aset perbankan Riau pada triwulan III 2018 mengalami kontraksi sebesar 4,26% (yoy). Nilai ini lebih dalam dibandingkan triwulan II 2018 yang mengalami kontraksi sebesar 1,11% (yoy).

Laporan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Riau, mencatat total aset bank umum di Riau pada triwulan III 2018 tercatat sebesar Rp98,94 triliun. Lebih dalamnya kontraksi pertumbuhan aset terutama dipengaruhi oleh perlambatan komponen aset antar kantor dan penempatan pada Bank Indonesia.

Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, Disdik Siak MoU dengan PT RAPP

"Jika dilihat per kelompok Bank, melambatnya aset perbankan di Riau pada triwulan III 2018 didorong oleh melambatnya aset bank BUMN/D (pangsa 71,21%). Posisi aset bank BUMN/D pada triwulan III 2018 tumbuh negatif 7,50% (yoy), terkontraksi lebih dalam dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat tumbuh negatif 3,07% (yoy)," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Siti Astiyah dalam laporan Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Riau Triwulan III Tahun 2018.

Berdasarkan jenis kegiatan bank, perlambatan aset disumbang oleh bank konvensional (pangsa 92,54%) dengan pertumbuhan negatif 5,64% (yoy), terkontraksi lebih dalam dari triwulan sebelumnya yang tercatat tumbuh negatif 2,14% (yoy). Berbeda dengan bank konvensional, aset bank syariah di Riau mengalami peningkatan, dari 13,63% (yoy) pada triwulan II 2018 menjadi 17,01% (yoy) pada triwulan laporan.

Pertumbuhan DPK perbankan di Riau pada triwulan III 2018 meningkat. Pada
triwulan III 2018, DPK perbankan di Riau tumbuh 2,00% (yoy), meningkat
dibandingkan triwulan II 2018 yang tumbuh sebesar 1,31% (yoy). Posisi DPK pada
triwulan laporan tercatat sebesar Rp76,08 triliun. "Komposisi DPK Riau relatif tidak banyak berubah dalam kurun waktu lima tahun terakhir, dengan porsi utama berupa tabungan (pangsa 49,85%), diikuti oleh deposito (pangsa 33,81%) dan giro (pangsa 16,34%)," jelasnya.

Sejalan dengan DPK, penyaluran kredit perbankan Riau tumbuh meningkat. Pada
triwulan III 2018, kredit perbankan Riau tumbuh 5,97% (yoy), meningkat
dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,63% (yoy). Total kredit perbankan Riau pada triwulan III 2018 tercatat sebesar Rp63,33 triliun, naik dari outstanding kredit triwulan II 2018 yang tercatat Rp62,28 triliun. Pangsa terbesar kredit Riau pada triwulan laporan masih didominasi oleh bank BUMN/D sebesar 72,31%.

Meningkatnya penyaluran kredit perbankan Riau diiringi oleh meningkatnya kualitas kredit. Pada triwulan III 2018, Non-Performing Loan (NPL) berada pada level 2,90%, atau turun dibandingkan NPL triwulan II 2018 yang tercatat sebesar 3,18%.

Loan to deposit ratio (LDR) perbankan Riau pada triwulan III 2018 sedikit menurun. LDR pada triwulan laporan tercatat sebesar 83,24%, lebih rendah dari triwulan II 2018 yang tercatat sebesar 84,14%. Penurunan LDR ini dipengaruhi oleh peningkatan penyaluran kredit yang lebih rendah dibandingkan kenaikan posisi DPK. (wan)