Terlambat Tuntaskan Flyover dan Siak IV

Tiga Kontraktor Masuk Daftar Hitam

No comment 98 views

banner 160x600
Women face

PEKANBARU (WNC) - Dua kontraktor yang mengerjakan proyek jalan layang (Flyover) Simpang SKA dan Pasar Pagi Arengka serta kontraktor yang mengerjakan Jembatan Siak IV otomatis masuk daftar hitam (blacklist). Ketiga perusahaan tersebut dinilai tidak mampu menyelesaikan proyek tepat waktu sebagaimana kesepakatan.

Anggota Komisi IV DPRD Riau yang membidangi masalah infrastruktur, Asri Auzar dengan lantang menyebutkan, kontraktor yang mengerjakan proyek dua flyover dan Jembatan Siak IV yang masuk daftar hitam otomatis tidak akan diberikan lagi kesempatan mengerjakan proyek-proyek yang ada di tahun mendatang.

Baca Juga: Citilink Berikan Fasilitas WiFi Gratis di Ketinggian 35.000 Kaki

"Itu sudah ada Undang-Undangnya yang mengatur. Disamping mendapat denda, mereka juga sudah diblacklist. Kontraktor nakal itu tidak perlu diingatkan lagi masalah ini, itu sudah otomatis mereka terima. Karena mereka tidak mampu mengerjakan proyek sesuai dengan waktu yang telah disepakati," jelasnya, Kamis (10/01) saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Politisi Demokrat ini mengingatkan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Dinas PUPR untuk lebih sekektif melakukan lelang kegiatan yang ada di tahun mendatang. Dengan tidak melibatkan lagi perusaahan yang sama dalam setiap lelang kegiatan pembangunan yang ada. "Mereka sudah diberikan kepercayaan mengerjakan proyek, tapi tidak rampung sesuai waktunya," tambah legislator asal Dapil Rokan Hilir ini.

Sebagaimana diketahui, untuk tender proyek Flyover Pasar Pagi Arengka di menangkan PT Dewanto Cipta Pratama, dengan penawaran sebesar Rp75.532.651.000, dari pagu anggaran sebesar Rp78.398.668.000.

Sedangkan untuk fly over simpang SKA dimenangkan oleh PT Sumber Sari Cipta Marga, dengan penawaran sebesar Rp149 miliar, dari pagu anggaran Rp159 miliar lebih. Kontraktor Jembatan Siak IV dipercayakan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Brantas Abipraya. (wan)