Tetap Berlangsung, Zikir Kebangsaan GP Ansor di Siak Dipertanyakan Netizen


banner 160x600
Women face

 SIAK (WNC) - Zikir Kebangsaan yang digagas GP Ansor dan Banser yang sempat mendapat penolakan namun tetap berlangsung, Sabtu (22/9/2018) di Siak menjadi pertanyaan sebagian kalangan. Seperti komentar seorang netizen dalam akun facebooknya Iwan Probo.

Dalam postingannya, Minggu (23/9/2018) pukul 14.52 WIB, Iwan Probo mensinyalkan kalau kegiatan zikir Kebangsaan di Siak mendapat restu dari pemerintah daerah. Bupati Siak disebutnya seperti tidak peduli dengan masyarakat, budaya dan simbol simbol Kerajaan Siak, dengan memaksakan kegiatan yang sebelumnya mendapat penolakan masyarakat tersebut tetap terselenggara.

Baca Juga: PA 212 Kutuk Aksi Banser NU Bakar Bendera Tauhid

Disebutkan dalam postingan di akunnya, "Bupati Kab Siak tidak peduli dengan masyarakat budaya dan simbol2 kerajaan Siak Sri Indrapura dengan memaksakan kehendak untuk melaksanakan kegiatan yg sdh jelas2 ditolak oleh pihak istana dan seluruh elemen masyarakat Melayu Siak dan Riau pada umumnya".

Postingannya pada Minggu (23/9/2018) itu, diawali dengan status pribadinya, demi marwah Melayu kami minta bupati mundur.

Rekaman peristiwa sebelum digelarnya zikir nusantara tersebut, terjadi dialog debat antara massa kelompok masyarakat yang menolak zikir dengan Kapolres Siak. Beberapa lama berdebat, diakhiri dengan pemakluman kegiatan yang akan dilaksanakan GP Ansor dan Banser.

Rencana awal yang dilaksanakan di depan Istana Siak, akhirnya dipindahkan ke Mesjid Islamic Center Siak, pada malam harinya.

Ribuan anggota Ansor dan Banser pun memadati Masjid Islamic Center Sultan Syarif Hasim, sekaligus untuk berzikir dalam acara Haul Sultan Siak.

Di acara zikir yang berlangsung khidmat itu dihadiri Wakil Bupati Siak Alfedri, Kapolres Siak AKBP Ahmad David, Dewan Syuro NU Siak KH Muhtaqdihin, Kemenag Siak Muharrom, Ketua PP GP Ansor Riau Purwaji, dan pengurus lainnya.

"Pelaksanaan zikir kebangsaan di Siak berjalan aman dan lancar. Walau awalnya ada aksi penolakan dari sejumlah masyarakat," kata Kapolres Siak AKBP Ahmad David kepada wartawan, Minggu (23/9/2018).

Kegiatan tersebut awalnya akan digelar di Lapangan Siak Bermadah. Namun, karena ada penolakan masyarakat yang terkena provokasi akhirnya dipindah ke Masjid Islamic Center. Sekira 600 personel pun dikerahkan dari Polres Siak, Polda Riau, Polres Pelalawan, dan Polres Meranti untuk mengamankan kegiatan tersebut.

Usai zikir bersama, para perserta melaksanakan ziarah ke makam Sultan Syarif Kasim yang selesai Minggu (23/9/2018) dini hari sekira pukul 01.00 WIB. "Semua kegiatan berjalan normal, tanpa ada halangan apa pun," ujar Ahmad.

Ketua PW GP Ansor Purwaji menambahkan, kegiatan berjalan lancar walau sempat ada aksi penolakan. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Siak dan Riau atas sambutan hangatnya dalam kegiatan tersebut.

Begitu pula kepada semua pihak lainnya yang telah memberikan dukungan, termasuk pihak aparat keamanan. "Kami datang dengan damai dan sesuai tujuan Kirab Satu Negeri yang digelar GP Ansor adalah untuk mempersatukan Indonesia yang belakangan ini mulai muncul benih-benih perpecahan," ujarnya.

"Mari kita jaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI. Alhamdulillah, dengan semangat kita ini sama mencintai negeri ini, akhirnya semua menjadi sejuk, tidak ada gesekan di masyarakat dalam kegiatan Kirab Satu Negeri di Riau," imbuhnya.

Gus Faris Al Haq dalam tausiyahnya menyampaikan untuk bersama-sama menjaga bangsa dan negara jangan ada perpecahan. "Perlu diketahui bahwa di Siak ini ada sultan yang membangun bangsa berdasarkan Islam. Sebab itu, jika ada pihak-pihak yang merusak bangsa ini, maka GP Ansor dan Banser akan berjuang di depab membela bangsa dan negara ini," tutur Gus Faris. (adi)