Temuan Uang Palsu Terbesar di Dumai, BI Siap Bantu Kepolisian


banner 160x600
Women face

PEKANBARU (WNC) - Keberhasilan aparat kepolisian Polres Dumai menemukan uang rupiah tidak asli atau sering disebut uang palsu sebesar Rp500 juta, Jumat (11/01/2019) mengejutkan masyarakat dan aparat pemerintah. Semua uang palsu pecahan senilai Rp100 ribu di Dumai ini merupakan temuan terbesar sejak tiga tahun terakhir.

Sebagai gambaran, temuan uang palsu di Riau berdasarkan data Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Riau, tahun 2016 ditemukan 1.266 lembar uang palsu. Selanjutnya terjadi penurunan tahun 2017 hanya 489 lembar. Pada tahun 2018 hingga triwulan III hanya 303 lembar. Sedangkan pada pertengahan Januari
Tahun 2019 saja sudah 4.793 lembar.

Baca Juga: Citilink Berikan Fasilitas WiFi Gratis di Ketinggian 35.000 Kaki

Terkait temuan Polres Dumai tersebut, Manajer Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Riau, Murdianto di Pekanbaru, Jumat, mengatakan pihaknya siap membantu pihak kepolisian apabila dibutuhkan untuk pengembangan kasus uang Rupiah tidak asli tersebut.

“Ini sudah menjadi ranah penegak hukum untuk melakukan penyelidikan. Dan kami di BI dengan senang hati akan siap membantu jika diperlukan dalam tahap penyidikan,” ujar Murdianto, melalui pesan Watshapnya, Jumat (11/1/2019).

Murdianto mengakui bahwa temuan uang palsu pada Januari tahun 2019 ini adalah yang terbesar sejak tiga tahun terakhir. Padahal berdasarkan data BI Riau, jumlah temuan uang palsu periode 2016-2018 mengalami tren penurunan. Data itu berdasarkan laporan masyarakat, termasuk kepolisian yang masuk ke BI Riau.

Pada tahun 2016 tercatat ada 1.266 lembar uang palsu, kemudian 2017 turun menjadi 489 lembar, dan data terakhir hingga triwulan III-2018 tercatat ada 303 lembar uang palsu. Murdianto mengatakan, kalau dari sisi jumlah lembar temuan ini termasuk banyak. "Namun, nominal tidak berpengaruh, karena pada prinsipnya uang tidak asli itu tidak mempunyai nilai,” katanya.

Selama ini adanya laporan uang palsu oleh masyarakat ke BI dipengaruhi oleh gencarnya sosialisasi sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengidentifikasi uang rupiah tidak asli. Cara paling mudah untuk memeriksa keaslian uang adalah dengan metode 3D yaitu dilihat, diraba dan diterawang.

Temuan Polres Dumai

Sebelumnya, Kepolisian Resort Dumai menyita setengah miliar uang rupiah palsu dari tangan dua tersangka, yang diduga peredarannya melibatkan oknum anggota polisi.

Kepala Polres Dumai, AKBP Restika Nainggolan di Pekanbaru, Jumat mengatakan uang palsu dengan pecahan Rp100.000 tersebut disita dari dua pria berinisial MF (28), warga Dumai dan RW (33) warga Bengkalis

"Total Rp500 juta uang palsu yang disita dari dua tersangka. Kami juga terus mengembangkan kasus ini karena ada dugaan keterlibatan oknum (polisi)," katanya.

Ia menjelaskan bahwa pengungkapan itu berawal dari adanya informasi akan adanya warga Dumai berinisial MF yang menyimpan uang palsu dalam jumlah besar. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Polisi dengan melakukan serangkaian penyelidikan.

Hasilnya, MF berhasi teridentifikasi dan ditangkap di sebuah rumah di Jalan Siliwangi, Gang Sentosa, Kelurahan Tanjung Palas, Kota Dumai medio pekan ini. Polisi yang menggeledah rumah tersangka MF berhasil menemukan uang palsu sebesar Rp27 juta.

Tidak berhenti sampai di sana, Polisi kembali melakukan pengembangan. Berdasarkan hasil interogasi, MF mengaku mendapat uang palsu itu dari RW seorang warga Desa Jangkang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

Dua wilayah itu secara geografis berdekatan, dan hanya dipisah Selat Bengkalis. Setelah melakukan tiga jam perjalanan darat dan laut dari Dumai ke Bengkalis, Polisi berhasil menangkap RW alias Adi.

"Dari tangan Adi kita menyita Rp479.300.000 uang palsu. Adi ditangkap tanpa perlawanan dan saat ini seluruh uang palsu kita sita untuk pengembangan lanjutan," jelasnya.

Terkait dugaan keterlibatan oknum Polisi berpangkat Brigadir itu, Restika tidak menjelaskan lebih jauh. Dia mengatakan pihaknya masih terus melakukan pengembangan, termasuk mengungkap produsen uang palsu itu yang diduga terdapat di wilayah pesisir Riau tersebut.

"Kemungkinan ada tersangka lainnya yang terlibat dalam kasus uang palsu yang cukup besar barang buktinya ini," tuturnya. (wan)