Soal Cawapresnya, Prabowo Katakan Proses Masih Berjalan

No comment 71 views

banner 160x600
Women face

JAKARTA (WNC) -- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto beserta jajaran pimpinan Partai Gerindra tiba di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (9/8) siang. Setiba di kediamannya Prabowo yang mengenakan batik oranye kombinasi coklat langsung menyambangi wartawan.

"Sabar, sabar," ujar Prabowo kepada wartawan saat ditanya siapa cawapresnya.

Baca Juga: PA 212 Kutuk Aksi Banser NU Bakar Bendera Tauhid

Saat ditanya lagi mengenai nama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, mantan Danjen Kopassus tersebut hanya tersenyum sembari mengatakan bahwa proses masih berjalan.

"Memang demokrasi tidak mudah. Jadi kita harus banyak musyawarah, santai aja masih ada waktu," katanya.

Nama Sandiaga Uno santer terdengar menjadi kandidat kuat cawapres Prabowo. Bahkan semalam petinggi Partai Demokrat juga mengaku kecewa melalui cicitannya di Twitter  lantaran Prabowo hanya mempertimbangkan uang bukan perjuangan.

Menurut informasi, Prabowo akan mengumumkan siapa cawapresnya hari ini di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta.

Seusai pertemuan dengan SBY, Prabowo keluar dari rumah SBY sekitar pukul 10.35 WIB. Seusai bertemu SBY, Prabowo langsung keluar dari kediaman SBY tanpa memberikan banyak keterangan pada awak media.

Prabowo keluar menaiki mobil dan hanya membuka kaca jendela mobilnya. Ia hanya mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan Partai Demokrat terkait koalisi antara keduanya.

"Kami musyawarah terus," kata Prabowo, di kediaman SBY, di Mega Kuningan, Kamis (9/8).

Pertemuan keduanya di kediaman SBY berlangsung tidak lebih dari 45 menit. Prabowo tiba pada pukul 09.54 WIB dan keluar tanpa memberikan keterangan sekitar pukul 10.35 WIB. 

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani pada Kamis dini hari WIB, menyatakan, pertemuan antara SBY dan Prabowo untuk membicarakan kelanjutan dari koalisi yang telah dirintis selama ini karena ada komunikasi yang terputus. Komunikasi yang terputus itu menyebabkan adanya pemahaman yang lompat dalam proses koalisi sehingga terjadi distorsi informasi.

"Apa yang lompat bahwa Prabowo menjelaskan di dalam surat yang disampaikan. Selama ini Gerindra sudah menjalin komunikasi yang baik dengan PKS dan PAN, juga menjalin komunikasi yang baik dengan ulama, kiai dan para habaib," ujarnya, dilansir republika.co.id, dikutip dari antara. (wan)