Ribuan Mahasiswa UIR Geruduk DPRD Riau, Gelar Sidang Rakyat


banner 160x600
Women face

 PEKANBARU (WNC) - Ribuan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR), Senin (10/9/2019) menggeruduk Kantor DPRD Riau.
Dua persoalan besar menjadi tuntutan mahasiswa kepada wakil rakyat.

Terlihat mahasiswa meletakkan kendaraan mereka di taman budaya, dan selanjutnya berjalan kaki menuju DPRD Riau. Sepanjang jalan mahasiswa menyanyikan lagu mars mahasiswa dan membawa pocong.

Baca Juga: Pengusutan Kasus Laporan Edy Suryanto Belum Tuntas

Presiden mahasiswa UIR, Hengky Primana, mengatakan jumlah mahasiswa yang turun dalam aksi berjumlah 4.000 orang. Yang menjadi tuntutan adalah anjloknya nilai tukar rupiah juga korupsi PLTU Riau 1.

Terlihat ratusan aparat kepolisian berjaga jaga. Sementara ribuan mahasiswa UIR yang baru tiba di gedung DPRD Riau terus memaksa masuk ke Gedung DPRD Riau. Mereka ingin melakukan sidang rakyat untuk menyikapi permasalahan ekonomi dan nilai tukar rupiah yang terus terpuruk.

"Biarkan kami masuk, kami akan menggelar sidang rakyat, buka buka," kata korlap aksi.

Terlihat saat itu aksi dorong-dorongan pagar antara mahasiswa dengan aparat kepolisian. "Buka, buka, buka, buka pintunya sekarang juga!" teriak massa.

Tak lama kemudian, massa diizinkan masuk oleh aparat kepolisian. Setelah masuk pekarangan kantor, sekarang massa masih tertahan di pelataran halaman Kantor DPRD Riau.

Ribuan mahasiswa UIR yang melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Riau melakukan 'sidang Rakyat' di ruangan paripurna DPRD Riau, Senin (10/9/2018).

Mereka juga menyanyikan mars mahasiswa, membaca puisi, serta berorasi. Para gubernur masing-masing fakultas bergantian menyampaikan orasinya.

Salah seorang orator aksi tersebut 'menyemprot' anggota dewan yang tak mau datang menerima aspirasi mereka.

"Mana anggota dewan? Di saat dekat demokrasi mereka mendekati rakyat, sekarang mereka kemana? Rakyat sedang susah, mereka kemana? Kenapa kami datang mereka pergi?" tegas salah seorang orator di ruang sidang.

Mereka meminta agar anggota dewan menghargai usaha para mahasiswa untuk menyuarakan haknya. "Anggota dewan, hargai kami! Kami mahaiswa UIR datang menyampaikan aspirasi, ini tidak main-main. Rakyat menjerit," tegasnya lagi. (wan)