Riau Berhasil Atasi Ketimpangan Ekonomi Masyarakat

No comment 65 views

banner 160x600
Women face

PEKANBARU (WNC) - Selama tahun 2014 - 2017, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berhasil mengatasi ketimpangan ekonomi masyarakat. Hal tersebut dilihat dari Indeks gini rasio Riau mengalami penurunan dari 0,379 menjadi 0,325.

''Provinsi Riau dalam kurun waktu 2014-2017 telah mampu memperbaiki ketimpangan pendapatan antara kelompok masyarakat, ini bisa dilihat dari Indeks Gini Rasio Provinsi Riau yang mengalami penurunan dari 0,379 menjadi 0,325,'' ujar Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman saat membacakan pidato hari jadi ke-61 Provinsi Riau di halaman Kantor Gubernur Riau, Kamis (9/8/2018).

Baca Juga: PA 212 Kutuk Aksi Banser NU Bakar Bendera Tauhid

Koefisien Gini adalah ukuran ketimpangan distribusi. Koefisien Gini dinyatakan dalam bentuk rasio yang nilainya antara 0 dan 1. Nilai 0 menunjukkan pemerataan yang sempurna di mana semua nilai sama sedangkan nilai 1 menunjukkan ketimpangan yang paling tinggi yaitu satu orang menguasai semuanya sedangkan yang lainnya nihil. Menurut definisinya, koefisien gini adalah perbandingan luas daerah antara kurva lorenz dan garis lurus 45 derajat terhadap luas daerah di bawah garis 45 derajat tersebut.

"Kemajuan yang dicapai Provinsi Riau dalam penanggulangan kemiskinan selaras dengan capaian SDG’s 2017 pada pencapaian sebesar 7,41 persen atau menurun sebesar 1,41 persen dari tahun," kata Andi Rachman.

Sementara itu, perkembangan investasi di Riau dari tahun 2014 menunjukkan trend yang positif, di mana realisasi investasi PMDN pada tahun 2014 sebesar Rp7,77 triliun, meningkat menjadi sebesar Rp10,83 triliun pada tahun 2017, sedangkan PMA terjadi penurunan, dimana pada tahun 2014 sebesar 1.369,56 juta US$ menjadi 1.061,10 juta US$ pada tahun 2017.

"Sejalan dengan telah ditetapkannya Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2018 tentang RTRW Provinsi Riau, maka diharapkan ke depan investasi ini akan semakin meningkat," ujarnya.

Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Riau tergolong kategori tinggi (71,79) dengan nomor 6 tertinggi secara nasional. Tingginya IPM Provinsi Riau didukung oleh peningkatan kinerja indikator pembentuk antara lain Usia Harapan Hidup yang terus meningkat dari 70,76 tahun 2014 menjadi 70,99 tahun pada tahun 2017.

Selanjutnya, rata-rata Lama Sekolah tahun 2014 sebesar 8,47 naik menjadi 8,76 pada tahun 2017, angka harapan lama sekolah tahun 2017 yaitu 13,03 tahun sudah di atas wajib belajar 9 tahun.

Terakhir, Pengeluaran per kapita riil penduduk Provinsi Riau terus mengalami peningkatan dari Rp10,26 Juta pada tahun 2014 menjadi Rp10,67 Juta pada tahun 2017. (wan)