Promosikan KITB di Jeddah, Alfedri Bertemu Delegasi King Abdullah Port


banner 160x600
Women face

JEDDAH (WNC) - Usai mengikuti iven Indonesia Expo 2018 di Jeddah - Saudi Arabia, tanggal 28 November - 1 Desember 2018 yang lalu, Delegasi Pemerintah Kabupaten Siak yang dipimpin Wakil Bupati Siak H Alfedri bertemu dengan sejumlah pengusaha Saudi Arabia dalam Pertemuan Bisnis Forum di Jeddah, Kamis (29/11/2018). Dalam pertemuan yang dibuka oleh Dirjen Kementerian Perdagangan  Indonesia untuk  pengembangan ekspor nasional Arlinda tersebut, Alfedri bertemu dengan perwakilan King Abdullah Port dan PT Ethra Global East untuk membicarakan peluang berinvestasi di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Dr Muhammad Hery Saripuddin (Konsulat Jenderal Indonesia), Hermasari Dharmabumi (Direktur PT Global Al Wakil), Fahmi Idris (Staf Ahli Presiden dan Komisaris PT Global Alwakil) Dr Alwi Shihab (Utusan Khusus Presiden Indonesia untuk wilayah Timur Tengah), H Muhammad Hasan Gaido (Presiden Indonesia Saudi   Arabia Business Council (ISABC), Maher Saleh Al Nahdi (Ketua Saudi Arabia Indonesia Business Council (SAIBC) di Riyadh, Arab Saudi), Muhamma Zuaiby dari King Abdullah Port, Muhammad Hasan Gaido, dan Adnan Bahlol (PT. Ethra Global East for Trading industry Hilir), serta Sameer Muhammad el Ghomdi (Ethra`a Global Easttablishment for trading).

Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, Disdik Siak MoU dengan PT RAPP

Wakil Bupati Siak Alfedri menerangkan rencana Pemerintah Kabupaten Siak melalui PT Samudra Siak untuk mengembangkan Pelabuhan Buton di Kawasan Industri Buton sebagai pelabuhan komersial perdagangan yang canggih dan  strategis, karena berdekatan dengan pusat pergerakan ekonomi dunia seperti Selat Malaka, Singapura dan Malaysia. 

“Dengan segala potensi yang dimiliki KITB sebagai Pelabuhan komersil. Kita berharap investor dari negara-negara Arab khususnya Saudi Arabia yang memiliki hubungan yang sangat baik dengan Indonesia, tertarik berinvestasi dalam pengembangan Pelabuhan Tanjung Buton,” kata Alfedri usai menghadiri pertemuan yang digelar di Intercontinental Al Hamra Hotel Jeddah, Kamis siang waktu setempat.

Dalam Pertemuan Bisnis Forum ini King Abdullah Port (Pelabuhan Raja Abullah) yang diwakili oleh Muhammad Zuabi, Direktur Logistik dan Kawasan Pergudangan Pelabuhan King Abdullah mengatakan sangat antusias dengan penjelasan wakil bupati terkait KITB dan akan membicarakannya dengan para pimpinan perusahaan Pengelola Pelabuhan King Abdullah Port. 

“King Abdullah Port berkeinginan mengembangkan kemitraan dengan pelabuhan-pelabuhan di negara-negara Islam, baik dalam layanan pelabuhan maupun investasi pengembangan pelabuhan” kata dia.

Lebih lanjut Zuabi juga meminta adanya pembicaraan lebih lanjut antara King Abdullah Port dengan Pemkab Siak tentang Rencana pengembangan Pelabuhan Buton, dan selanjutnya akan ditanda tangani MOU diantara kedua belah pihak.

“Kami mengharapkan adanya tindak lanjut pertemuan ini, dengan kunjungan selanjutnya dari kedua belah pihak” sebutnya.

Menanggapi wacana kunjungan tersebut, Wakil Bupati Alfedri mengatakan akan meminta ASITA (Asosiasi Travel Agen) yang ada di Kabupaten Siak maupun Provinsi untuk mempersiapkan paket-paket wisata yang dapat ditawarkan kepada para wisatawan maupun calon investor dari Arab Saudi dan Timur tengah yang akan mengunjungi Kabupaten Siak.

“Alhamdulillah kita sudah mulai mendengar adanya tanggapan pasca promosi Potensi dan Peluang Investasi di Kab. Siak usai Indonesian Expo 2018 kemarin di Jeddah. InsyaAllah akan ada kunjungan balasan delegasi calon investor dari Saudi ke Siak” Kata Alfedri. 

Untuk itu, Alfedri mempersilahkan pelaku usaha di Kabupaten Siak dan Provinsi Riau untuk menghubungi Kadis Pariwisata Siak Fauzi dengan nomor seluler 0811762949, untuk direkomendasikan kepada delegasi King Abdullah Port, maupun wisatawan asing lainnya yang memerlukan Paket Wisata ke Riau, Siak dan sekitarnya.

Seperti diketahui, Pelabuhan King Abdullah merupakan pelabuhan yang baru dan pertama yang dikelola oleh pihak swasta yang terletak di kawasan ekonomi yang sangat strategis yaitu di King Abdullah Econo. (adi)