PPL Datangi Rumah Anggota Kelompok Tani Mekar Jaya Perlihatkan Kuitansi


banner 160x600
Women face

 SIAK (WNC) - Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL) dari Pertanian Siak Fika, Ahad (2/12/2018) mendatangi rumah anggota Kelompok Tani Mekar Jaya M Jais. Kedatangan Fika bersama seorang Ketua RT ke rumah M Jais di Dusun II, Kampung Suak Lanjut, Kecamatan Siak itu
membawa rincian nota faktur belanja atau bukti membeli barang.

Ketika itu Jais disodorkan rincian faktur nota belanja, juga diminta untuk menanda tangani terhadap barang yang diterima. Namun Jais menolak, karena tidak tertulis harga satuan barang dan kesatuanya. "Saya tak mau nenekennya," ujar Jais kepada media ini.

Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, Disdik Siak MoU dengan PT RAPP

Sementara itu, terkait dugaan adanya 'permainan' dalam pengelolaan dana Baznas, Fika selaku PPL Pertanian yang dimitai keterangannya melalui pesan Whattsapnya, Ahad (2/12/218) belum menjawab konfirmasi wartawan.

Diberitakan sebelumnya, salah seorang anggota Kelompok Tani Mekar Jaya di RT 006/RW 002 Dusun II Kampung Suak Lanjut Kecamatan Siak M Jais mempertanyakan pengelolaan dana bantuan dari BAZNAS untuk modal pembelian bibit dan pupuk untuk lahan pertanian penanaman palawija dan sayur sayuran. Disebutnya, bantuan yang dikucurkan sebesar Rp65 juta itu diduga tidak dikelola sebagaimana mestinya.

Dugaan tersebut mengingat dalam laporan RAB lahan yang digunakan tiga hektar, tapi menurut Jaiz, kondisi lapangan hanya dua hektar. "Ke mana sisa dananya untuk satu hektar?" selidik Jaiz.

Lanjutnya, dalam pengelolaan dana tersebut pihak pengurus dan anggota juga tidak tahu. Begitu pula tidak ada penjelasan dari pengurus maupun dari pemerintah desa, berapa sebenarnya dana bantuan tersebut. Padahal pengurus Baznas Kabupaten Siak telah menyarankan agar dana tersebut dikelola dengan baik.

Sebelumnya, Sekretaris Kelompok Tani Mekar Jaya Turimin beserta anggota kelompok tani lainnya sudah mempertanyakan kepada Penghulu Kampung Suak Lanjut, tapi sangat disayangkan Penghulu Kampung Suak Lanjut marah marah kepada sekretaris dan anggota kelompok tani.

"Karena itu pula kami semakin menduga dana itu 'dimainkan' oleh pemerintah setempat serta Ketua Kelompok dan PPL Pertanian," dugaan Jais. (adi)