Polresta Pekanbaru Bekuk Perampok WN Singapura

No comment 48 views

banner 160x600
Women face

PEKANBARU (WNC) - Kepolisian Resor Kota Pekanbaru berhasil membekuk pelaku perampok yang sebelumnya telah merampas harta milik seorang wanita warga negara Singapura di Pekanbaru beberapa waktu lalu. Dimana dari 3 pelaku, Polresta Pekanbaru berhasil tangkap 2 orang.

Kepala Satreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Aryanto, Kamis (09/08/18) menjelaskan pihaknya berhasil menangkap 2 dari 3 pelaku yang telah melakukan penganiayaan dan merampas harta milik Hamidah warga negara Singapura beberapa waktu lalu. Dimana salah sorang pelaku saat ini masih DPO.

Baca Juga: Pengamat Nilai BI Kehabisan Opsi dalam Stabilkan Rupiah

"Kita berhasil menangkap ZC dan RB yang diketahui residivis dan pernah mendekam di jeruji penjara dengan kasus pencurian kendaraan bermotor," katanya.

Dikatakan, Bimo dua tersangka ini berhasil ditangkap pada Rabu (08/08/2018) kemarin. Dimana keberhasilan ini terjadi tepat setelah empat hari kejadian perampokan disertai penganiayaan di Pekanbaru lalu.

Dirincikan Bimo, setelah mendapatkan laporan dari korban yakni Hamidah yang merupakan warga negara Singapura, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Bahkan, pihaknya juga mengerahkan tim 807 yakni tim khusus untuk pengungkapan kejahatan di jalanan.

Setelah melakukan penyelidikan, tim berhasil mendapatkan identitas dan alamat salah satu pelaku dan langsung melakukan penangkapan yang dipimpin Kanit Buser Ipda Rahmad Wibowo.

"Awalnya kita berhasil menangkap ZC di daerah jalan Pesisir Kecamatan Rumbai. Setelah itu kita lakukan pengembangan kembali dan kembali berhasil meringkus RJ di Jalan HR Soebrantas. Sementara, seorang pelaku lainnya berinisial EY sebagai DPO," bebernya.

Selain tersangka, dalam penggrebekan tersebut polisi juga turut mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi BM 1736 NT dan uang diduga hasil perampokan sebesar Rp900.000. 

Dalam modus perampokannya, pelaku berpura-pura mengenal korbannya. Selanjutnya mereka berusaha mengalihkan perhatian korban yang mayoritas perempuan tersebut untuk kemudian ditarik ke dalam mobil.Didalam mobil tersebut baru pelaku melakukan aksinya dengan merambas harta benda milik korbannya. Bahkan kelompok ini jiga tak segan-segan menggunakan kekerasan meski korbannya adalah wanita.

"Dari keterangan pelaku, komplotan ini sudah sebanyak enam kali melakukan dan memang yang menjadi incaran adalah wanita yang baru keluar dari ATM atau penukaran uang," bebernya.

Saat ini kedua tersangka masih terus dilakukan pemeriksaan. Dimana dua tersangka ini terancam menghuni penjara selama 9 tahun. (arl)