Pemko Pekanbaru Akan Tindak Tegas Masyarakat Buang Sampah Sembarangan Mulai 1 Agustus


banner 160x600
Women face

 PEKANBARU (WNC) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan menindak tegas bagi masyarakat yang buang sampah sembarangan. Sanksi untuk nembuat efek jera pun disiapkan dan berlaku mulai 1 Agustus 2018.

Kebijakan tersebut diberlakukan untuk menanamkan rasa cinta kebersihan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Peraturan Daerah (Perda) tentang kebersihan dan keindahan Kota Pekanbaru akan diberlakukan dengan tegas.

Baca Juga: HKN Momentum Wujudkan Derajat Kesehatan Masyarakat

Walikota Pekanbaru, Firdaus, mengatakan, kebersihan merupakan salah satu ciri dari masyarakat madani yang telah lama digaungkan oleh Pemko Pekanbaru. 

"Jadi mulai 1 Agustus 2018 mendatang, gerakan pemerintah yang menyertakan langsung masyarakat untuk mencintai lingkungan dan kebersihan kota ini akan diterapkan, berikut dengan sanksi pidana dan denda-dendanya," kata Firdaus, Kamis (5/7/2018).

Firdaus menyebut, dirinya berusaha menindaklanjuti bagaimana caranya membangun Pekanbaru menjadi salah satu kota cerdas di Indonesia. Bersama dua pilar Pekanbaru Smart Madani, yakni pemerintah yang cerdas dan rakyat yang cerdas, kita membuat sebuah gerakan cinta kebersihan dan lingkungan kota.

"Untuk itu, selama bulan Juli ini, Pemerintah Kota akan terus mensosialisasikan gerakan tersebut kepada masyarakat. Saya juga berharap semua pihak ikut terlibat termasuk wartawan, untuk turut serta menyebarluaskan tentang gerakan tersebut, melalui medianya masing - masing," ungkapnya, dilansir cakaplah.com.

Mantan Kepala Dinas PU Riau ini menambahkan, pihaknya menyadari bahwa apa yang telah dilakukan oleh pemerintah selama ini adalah membangun kesadaran masyarakat untuk mencintai kebersihan. Namun, cara tersebut ternyata gagal dilakukan, karena terlihat dari permasalahan sampah dan lainnya yang menjadi 'bacaan' sehari - hari di media massa.

"Sekali lagi, ini adalah ketegasan dari pemerintah, kalau selama ini kita hanya berusaha membangun kesadaran masyarakat, ternyata tidak cukup. Maka kita akan melakukan inovasi, yaitu gerakan dari pemerintah untuk melibatkan masyarakat agar mencintai kota ini. Ini namanya revolusi mental. Mengubah pola pikir hingga ke perilaku sehari - hari masyarakat agar menganggap Kota Pekanbaru ini adalah rumahnya, sehingga selalu menjaga kebersihan dan keindahannya," katanya menambahkan.

Saat disinggung sanksi apa yang bakal diberikan kepada masyarakat yang dengan sengaja membuang sampah sembarangan dan melakukan pelanggaran Perda di Pekanbaru, Firdaus hanya menjawab diplomatis.

"Yang jelas sanksi yang akan kita berikan ini bukan hanya soal sampah. Tapi kebersihan secara menyeluruh. Kita akan berlakukan penegakan hukum dengan tegas. Ringan dan berat sanksi tersebut tentunya akan membuat terapi agar masyarakat jera," pungkasnya. (wan)