Tak Terima Anak Dihina dan Dipermalukan

Orang  Tua Murid Minta Oknum Guru MTS Baitul Rahim Pusako Diberhentikan


banner 160x600
Women face

PUSAKO (WNC) - Pasangan suami isteri Bob Hendri dan Fitria merasa dihina atas sikap seorang guru MTS Baitul Rahim, Dusun Pusako, Kecamatan Pusako inisial Ul. Sikap yang dinilai menghina tersebut dengan dalih anak Bob dan Fitria yang dianggap terlalu nakal dan sulit diatur saat belajar di sekolah.

Ditambah lagi, ucapan oknum guru
yang menawarkan Rumah Sakit Jiwa dan tanah masih lebar kepada pasangan keluarga ini dilontarkan di hadapan umum masyarakat sekitar rumahnya di RT 04/ RW 02, Dusun Pusako, Kecamatan Pusako. "Ini jelas jelas menghina dan mempermalukan saya dan keluarga. Ini sudah mencemarkan nama baik kami," ujar Fitria dan Bob Hendri, suaminya kepada media ini.

Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, Disdik Siak MoU dengan PT RAPP

Adapun ucapan kata kasar yang dinilai Fitria, "Anak ibuk tak bisa dibilang, tak bisa diajar, anak ibuk bandel. Rumah sakit jiwa besar dan tanah lebar, tinggal menggalinya saja," ujar oknum guru seperti dituturkan Fitria dan Bob.

Fitria dan Bob sangat menyayangkan oknum guru yang seharusnya mendidik dan membimbing anak-anak didik di sekolah dengan baik, tapi sebaliknya berkata kasar dan melecehkan dan tidak mendidik di depan orang banyak.

Bahkan, lanjut Fitria, oknum guru mengancam melaporkan kasus anak Arvin ini kepada Bupati Siak Syamsuar. Tujuannya supaya diberhentikan.

"Saya minta kepada Korwil Pendidikan Pusako memberhentikan oknum guru MTS tersebut. Hati saya tersakiti, kami tidak terima anak kami diperlakukan seperti itu," ucap Fitria dan Bob kesal.

Sementara itu, suami Fitria Bob Hendri mengatakan sangat menyesalkan sikap oknum guru tersebut. Kalau tak mampu berbuat baik, sebaiknya berhenti saja dan jangan jadi guru.

Bob mengakui anaknya nakal, tapikan jangan membabi buta menyerang rumah orang tua anak didik. Seharusnya dia memberi tahu secara baik-baik dan adakan musyawarah.

"Kami minta kepada Kepala Korwil Pusako supaya  bisa menasehati oknum guru itu agar tak mengulangi lagi. Kami minta diberi pembelajaran dan kalau perlu diberhentikan," pinta Bob dan Fitria lagi.

Sementara itu, Kepsek MTS Baitul Rahim Kecamatan Pusako, Dewi berjanji akan memustawarahkanbya dulu. "Saya akan musyawarahkan terlebih dahulu dg ortu murid dan pihak guru nya. Masih ada solusi nya," jawab Kepsek.

Sedangjan Kepala Korwil Pendidikan Pusako Sahroni SP ketika dikonfirmasi wartawan melalui telpon selulernya masih belum berhasil. "Upaya konfirmasi dikirim melalui pesan whatshapnya juga tidak dibalaz sehinga berita ini diturunkan," harapnya pula. (adi)