Dilledakkan Saat Perayaan Kerajaan

Meriam Kerajaan Gunung Sahilan Kampar Makan Korban

No comment 94 views

banner 160x600
Women face

GUNUNG SAHILAN -  Peringatan 1 tahun Raja Gunung Sahilan H.M.T Nizar yang Dipertuan Agung, di Istana Darussalam, Kerajaan Rantau Kampar Kiri, Rabu (9/5/2018) memakan korban. Satu orang korban bernama Ikram (38) warga Lipatkain meninggal seketika, lalu dua orang luka berat dan seorang luka ringan, setelah meledaknya meriam kerajaan Lelo.

Korban berjatuhan sesaat perayaan yang sekaligus tabligh akbar tersebut selain Ikram, juga Sumanto Rebo (58) warga Gunung Sahilan kuka berat, Ralika Alni (16) warga Desa Subarak, Sarimah (51) warga Desa Lipatkain Utara luka ringan, Aisyah (12) warga Kebun Durian luka ringan.

Baca Juga: Ribuan Masyarakat Hadiri Pembukaan MTQ XVIII Kabupaten Siak di Perawang

Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK MH bersama puluhan personel jajaran Polres Kampar yang berada di lokasi langsung nemberikan pertolongan mengevakuasi korban ke Puskesmas Kampar Kiri.

Acara yang juga dihadiri Raja Gunung Sahilan H.M.T. Nizar Yang Dipertuan Agung, Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK, MH, Kapolsek Kampar Kiri Kompol Yulisman S.Sos, Camat Gunung Sahilan Dedi Herman, S.STP, Kepala Desa Se-Kec.Gunung Sahilan, Para Ninik Mamak dan Tokoh Adat Serantau Kampar Kiri serta tamu undangan dan masyarakat yang berjumlah sekitar 1.500 orang itupun dihentikan.

Kronologisnya, pada pukul 10.45 WIB, Raja Gunung Sahilan bersama Kapolres Kampar, ninik mamak dan tokoh adat Serantau Kampar Kiri serta tamu undangan diarak dari Kantor Desa Gunung Sahilan menuju tempat acara di Istana Gunung Sahilan dengan diiringi musik tradisional Ogung.

Sekitar pukul 11.00 wib, rombongan tiba di Gerbang Istana, selanjutnya salah seorang panitia penyelenggara saudara Zailam alias Ilam membunyikan Lelo (Meriam Tradisional) yang berdiameter 7 cm dengan panjang 1 meter sebagai tanda dimulainya acara adat.

Saat menyulut untuk meletuskan meriam tradisional (Lelo) tersebut, badan Lelo pecah dan serpihannya mengenai 5 orang warga yang berada di sekitar Lelo tersebut serta mengakibatkan seorang meninggal dunia, 3 luka berat dan seorang lainnya luka ringan.

Seorang pria atas nama M Ikram terkena ledakan meriam (lelo) sehingga korban meninggal di tempat, Rabu (9/5/2018). Acara ini sekaligus prosesi peringatan penabalan setahun Yang Dipertuan Agung Muhammad Nizar sebagai Raja Kerajaan Sahilan Darussalam.

Diiketahui, Lelo berbentuk meriam ini biasa digunakan sebagai sebelum membuka sebuah acara di kenegerian adat yang ada di Kampar. Yang mana sebelumnya lelo meriam ini juga meledak saat Azis Zaenal Dinobatkan sebagai Sultan Kampa XIV Khalifatullah Akhirul Zaman.

Informasi yang diterima dari Andi Rusli, korban letusan meriam ini sebanyak 5 orang.

"Lelo alias meriam ini meletus di acara adat yang berlangsung di Gunung Sahilan. Korban insiden 5 orang, 1 korban putus tangan, dan luka pada bagian perut. Kabar lainnya, 1 orang meninggal dunia. Diantara 5  korban, 2 diantaranya anak-anak," sebutnya.

Anggota DPRD Kampar, Repol asal Kecamatan Kampar Kiri juga membenarkan korban yang meninggal dunia satu orang atas nama M Ikram, warga Kelurahan Lipat Kain.

"Korbannya satu orang, atas nama M Ikram warga Kelurahan Lipat Kain. Tadi saya ke rumah duka," ucapnya.

Repol juga menyampaikan belasungkawa kepada korban letusan Lelo Kenegarian Gunung Sahilan ini.

"Semoga amal ibadah korban diterima disisi Allah SWT. Dan keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan," ujarnya.

Informasinya acara kenegerian di Gunung Sahilan ini juga dihadiri oleh Bupati Kampar. (wan)