Lagi, Mahasiswa di Riau Tuntut Jokowi Mundur

No comment 133 views

banner 160x600
Women face

 PEKANBARU (WNC) - Setelah sebelumnya mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) menggelar aksi, kini ratusan mahasiswa dari Universitas Abdurrab dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), kembali menggelar aksi tuntutan yang sama.

Aksi dilakukan di depan Gedung DPRD Riau, dalam rangka menuntut Presiden RI Joko Widodo bertanggung jawab atas melemahnya nilai rupiah terhadap dollar. Gedung DPRD Riau pun dikepung, dikedua sisi gerbang akses masuk dan akses keluarnya.

Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, Disdik Siak MoU dengan PT RAPP

Bersamaan aksi digelar, gedung DPRD Riau dalam keadaan kosong alias tidak sedang dihadiri oleh seorang anggota dewan pun. Meski begitu, kedua massa tetap menyampaikan tuntutannya dikawal puluhan aparat keamanan kepolisian dan Brimob pun tampak berjaga dengan persenjataan lengkap.

Massa memulai aksi sejak pukul 15.00 WIB, adapun tuntutan dari massa aksi IMM dan UMRI, yang terlihat dibagian gerbang akses masuk adalah menstabilkan kembali rupiah yang dikhawatirkan akan mencekik masyarakat miskin lebih erat, tidak mengekang demokrasi dengan membatasi penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh masyarakat, dan menekan impor serta meningkatkan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) didalam negeri.

Pernyataan sikap IMM dan UMRI berdasarkan informasi lapangan, mahasiswa diterima oleh Sekretaris DPRD Riau, Kaharuddin. Massa tersebut pun membubarkan diri lebih dahulu, sambil melewati massa aksi Universitas Abdurab dan sempat 'bertegur sapa' sebagai kawan seperjuangan.

Sementara itu, massa aksi mahasiswa Abdurrab yang memiliki tuntutan lebih banyak, memaksa untuk dapat memasuki gedung DPRD Riau. 14 mahasiswa perwakilan massa ini akhirnya diterima oleh Kabag Umum DPRD Riau, Khuzairi di ruangan salah satu wakil ketua DPRD Riau, untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasinya secara resmi.

Sembilan tuntutan Universitas Abdurrab, secara garis besar juga diantaranya segera mengantisipasi kenaikan dollar agar produk - produk kebutuhan masyarakat tetap stabil, mendesak pemerintah untuk mempermudah peminjaman usaha dengan suku bunga kredit yang rendah, memperluas ekspor dan mengurangi impor, serta mencari kebijakan yang lebih baik untuk lebih mensejahterakan masyarakat, khususnya petani, dan tidak mengekang kebebasan demokrasi masyarakat.

Khuzairi yang dalam hal ini tidak memegang wewenang untuk menyampaikan komentarnya kepada masyarakat, tetap menerima surat pernyataan sikap bermaterai tersebut, dan berjanji memastikan bahwa surat tersebut segera dibaca oleh pimpinan DPRD Riau dan seluruh anggotanya.

"Sifat saya di sini, akan menyampaikan surat ini langsung kepada Pimpinan dewan dan anggota untuk dapat ditindaklanjuti oleh mereka," ujarnya di hadapan perwakilan mahasiswa tersebut.

Dilansir goriau.com, setelah 14 perwakilannya keluar dari Gedung DPRD Riau, massa terlihat masih melakukan orasi beberapa saat di depan belasan aparat kepolisian yang masih berjaga. Namun, akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Kedua aksi berjalan aman tanpa tindakan anarkis baik dari pihak massa maupun aparat pengamanan. (wan)