Dugaan Korupsi Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis

KPK Periksa Bupati Bengkalis Amril Mukminin dan Tiga Saksi Lainnya


banner 160x600
Women face

PEKANBARU (WNC) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (7/6/2018) memeriksa Bupati Bengkalis Amril Mukminin atas kasus dugaan korupsi Jalan Batu Panjang - Pangkalan Nyirih Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015. Sebelumnya, KPK telah memeriksa 14 saksi lainnya.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pada hari itu ada empat saksi yang dipanggil penyidik ke Mako Brimob Polda Riau. Termasuk Bupati Bengkalis Amril Mukminin. Amril diperiksa sebagai saksi dalam dugaan aliran dana dari sejumlah perusahaan terkait sejumlah proyek di Bengkalis.

Baca Juga: PA 212 Kutuk Aksi Banser NU Bakar Bendera Tauhid

"Terhadap Bupati, penyidik mengkonfirmasi informasi dugaan aliran dana dari sejumlah perusahaan terkait sejumlah proyek di Bengkalis," tuturnya.

Selain itu, penyidik juga mengkonfirmasi terkait asal usul uang Rp1,9 miliar yang ditemukan di rumah dinas Bupati Bengkalis.

Febri Diansyah, menyebutkan, pemeriksaan para saksi sebagai kelanjutan kegiatan tim KPK di Riau. "Terhadap bupati, penyidik mengkonfirmasi informasi dugaan aliran dana dari sejumlah perusahaan terkait sejumlah proyek di Bengkalis," tuturnya.

Selain Amril, hari yang sama penyidik KPK juga memeriksa tiga orang saksi lainnya dari Dinas PU Kabupaten Bengkalis. Pemeriksaan dilakukan di dua ruangan berbeda di gedung Mako Brimob Polda Riau.

Sebelumnya, sejak Selasa (5/6/2018), penyidik KPK sudah memeriksa 21 orang saksi terkait proyek Jalan Batu Panjang -Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis. Saksi tersebut berasal dari Pokja ULP, pengawas PUPR Bengkalis dan anggota DPRD Bengkalis.

Sementara itu, Amril yang ditemui di sela-sela pemeriksaan mengatakan, penyidik memberikan sejumlah pertanyaan kepada dirinya. Dia menyebutkan belum ditanya terkait aliran dana dari sejumlah perusahaan. "Belum ada," jawab Amril. Dia dikonfirmasi terkait sejumlah aliran dana terkait sejumlah perusahaan di Bengkalis.

Terkait uang Rp1,9 miliar yang ditemukan KPK saat penggeledahan di rumah dinas Bupati Bengkalis beberapa waktu lalu, disebut Amril adalah miliknya. Menurutnya, uang itu berasal dari usaha yang dijalaninya.

"Tidak dari perusahaan. Saya kan punya usaha," kata Amril sambil terus berjalan menuju masjid di lingkungan Mako Brimob Polda Riau untuk Salat Zuhur.

Amril menyatakan, uang dalam jumlah besar itu memang sengaja disimpan di rumah dinas dengan pertimbangan keamanan. "Saya simpan di rumah dinas. Lebih aman di rumah dinas daripada rumah pribadi," ucap Amril.

Sedangkan terkait Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Rupat, Kabupaten Bengkalis, Amril mengaku tak tahu. "Tidak tahu saya," tuturnya.

Pada kasus ini, diketahui bahwa, KPK sudah menetapkan dua orang tersangka, yakni mantan Kepala Dinas Pekerjaam Umum (PU) Bengkalis yang saat ini menjabat sebagai Sekdako Dumai dan rekanan, Hobby Siregar selaku Direktur Utama PT MRC.

Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, ini merupakan proyek peningkatan jalan sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter yang dianggarkan dengan dana APBD 2013-2015 sebesar Rp494 miliar. Proyek ini ditaksir merugikan negara sekitar Rp80 miliar.

Sebelumnya KPK sudah melakukan penggeledahan di rumah dinas Bupati Bengkalis, Amril Mukminin di Bengkalis. Di sana, ditemukan uang Rp1,9 miliar.

KPK juga melakukan penggeledahan Kantor DPRD Bengkalis, dan Kantor Dinas PU Bengkalis. Di Dumai, KPK menggeledah Kantor Sekda Dumai, Kantor LPSE dan rumah subkontraktor di Dumai.

KPK juga menggeledah kantor kontraktor di Pekanbaru, yakni di salah satu kantor di Kecamatan Tenayan Raya dan di Kecamatan Marpoyan Damai. Dari penggeledahan, KPK sudah mengamankan banyak dokumen terkait proyek jalan tersebut.

Diketahui sebelumnya, Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, ini merupakan proyek peningkatan jalan sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter. Dianggarkan dengan dana APBD 2013-2015 sebesar Rp494 miliar. Proyek ini ditaksir merugikan negara sekitar Rp80 miliar. Dalam perkara ini, penyidik KPK sudah menetapkan dua orang tersangka, yakni mantan Kepala Dinas PU Bengkalis, Muhammad Nasir, yang saat ini menjabat sebagai Sekdako Dumai dan Hobby Siregar selaku Direktur Utama PT MRC.

Sebelumnya KPK sudah melakukan penggeledahan di Kantor DPRD Bengkalis, dan Kantor Dinas PU Bengkalis. Di Dumai, KPK menggeledah Kantor Sekda Dumai, Kantor LPSE dan rumah subkontraktor di Dumai. KPK juga menggeledah kantor kontraktor di Pekanbaru, yakni di salah satu kantor di Kecamatan Tenayan Raya dan di Kecamatan Marpoyan Damai.
Dari penggeledahan, KPK sudah mengamankan banyak dokumen terkait proyek jalan tersebut. (wan)