Kemenkop UKM Beri Pelatihan Aplikasi di Siak

No comment 111 views

banner 160x600
Women face

 SIAK (WNC) - Upaya untuk meningkatkan jumlah usaha di Kabupaten Siak adalah dengan meningkatkan sektor kewirausahaan. Banyaknya pengusaha yang muncul sudah tentu menjasi harapan pemerintah dan masyarakat.

Kepala Bidang Lembaga Kewirausahaan Kemenkop dan UKM Mohamad Nurul Rahman mengatakan, pelaku usaha di Siak ini sudah cukup baik, tinggal diberi bimbingan dan polesan sedikit saja.

Baca Juga: PA 212 Kutuk Aksi Banser NU Bakar Bendera Tauhid

"Dari sejumlah produk yang dipamerkan sudah cukup baik, hanya saja kemasannya yang harus diperbaiki agar lebih menarik," katanya di Hotel Grand Royal, Jalan Sultan Syarif Kasim Kampung Dalam Siak Kabupaten Siak Rabu (8/8/18) pagi.

Ia datang jauh-jauh diundang dari Jakarta untuk memberikan pelatihan aplikasi berupa laporan keuangan untuk memudahkan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan pengusaha pemula dalam membuat laporan keuangan. 

“Laporan keuangan ini standar laporan keuangan kebanyakan. Di dalam situs program Lamikro ini, masyarakat pun diberikan kesempatan untuk bertanya secara online apa yang jadi kebutuhannya," ujar pria yang memakai tanjak itu.

Aplikasi Lamikro ini, kata Anang sapaan akrabnya, ditujukan bagi pelaku usaha mikro atau wirausaha pemula agar memiliki laporan keuangan secara baik dan tertib administrasi. Menurutnya, selama ini pelaku usaha mikro belum memiliki tata kelola administrasi maupun laporan keuangan yang baik.

“Para pelaku wirausaha itu kebanyakan tidak bisa mengitung rugi dan labanya, pengeluaran, dan arus kasnya. Dengan aplikasi Lamikro semuanya bisa jelas,” sebutnya di hadapan 75 orang pelaku usaha pemula se kabupaten Siak.

Aplikasi lamikro dapat diunduh melalui smartphone dengan sistem operasi Android. Penggunaan aplikasi laporan keuangan ini sangat diperlukan bagi UKM agar memiliki laporan keuangan yang akuntabel dan dapat menunjang pengembangan usahanya. 

Selain itu Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten Siak bersama Kemenkop dan UKM berupaya untuk memfasilitasi hak merek dari pelaku UKM di kabupaten Siak. Dan beberapa waktu yang lalu telah memberikan dana hibah bagi pelaku UKM Kabupaten Siak sebesar Rp10 sampai Rp13 juta rupiah.

Sementara salah seorang pelaku usaha mikro (UKM) Siomay Azka, bernama Lience Dee Kalalo mengatakan, aplikasi tersebut sangat bermanfaat untuk mengatur pembukuan, efisien, tidak perlu buka laptop, dan cukup lewat handphone.

Aplikasi ini bisa diakses lewat HP, kemudian tinggal isi kolom tanpa harus menghitung sendiri, jadi  saya jadi tidak malas-malasan lagi membuat pembukuan. Sangat mudah mengaksesnya,” tukas ibu 3 anak itu.

Perempuan kelahiran Bogor 9 September 1978 mengisahkan awal usahanya dengan modal kecil tapi bisa diolah setiap hari. Akhirnya dicoba membuat siomay dengan bahan daging ayam yang dirintisnya sejak 2,5 tahun yang lalu. (rls/adi)