Kapolda Riau Pastikan Pembakaran Istana Siak Tak Berkaitan dengan Politik



banner 160x600
Women face

PEKANBARU (WNC) - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Nandang, Rabu (10/1/2018) sore mengungkapkan, pembakaran Istana Siak yang dilakukan TSA alias Faisal diduga bermotif sakit hati, dan tak ada kaitannya dengan politik apalagi jelang Pilkada 2018 di Riau.

Itu dipastikan Jenderal bintang dua tersebut saat diwawancarai di Mapolda Riau. "Tidak, tidak ada hubungannya sama Pilkada 2018. Kan jelas motifnya, karena kecewa dan sakit hati soal kiosnya itu, nggak boleh jualan di belakang (Istana Siak, red)," kata Nandang.

Ia melanjutkan, proses pemeriksaan terhadap pria berusia 41 tahun ini dilakukan oleh jajaran Polres Siak. "Jika memenuhi unsur, kita lakukan penahanan," yakin Irjen

Perbuatan yang diduga dilakukan Faisal disesalkan Kapolda Riau. Apalagi Istana Siak merupakan aset dan kebanggaan masyarakat melayu di Riau. "Itu Lambang kebesaran suatu daerah (Riau), cagar budaya yang harus dijaga dan dipelihara," singkat dia.

Terpisah, Kapolres Siak AKBP Barliansyah mengatakan, sementara ini pelaku pembakaran Istana Siak berjumlah satu orang. "Hasil pemeriksan saksi, sementara satu orang," jawabnya, dilansir GoRiau.com melalui ponselnya pada Rabu sore.

Diberitakan sebelumnya, polisi melakukan menyelidiki pasca terbakarnya properti sejarah ruang tengah Istana Siak/Istana Asseriyah Hasyimiyah, di Jalan Sultan Syarif Kasim.

Api nyaris menghanguskan bangunan tersebut, jika tidak segera diketahui dan dipadamkan.

Menurut kepolisian, pengrusakan ruang tengah istana kebanggan Riau tersebut dilakukan dengan cara dibakar, ditenggarai dengan menggunakan bahan bakar yang diisikan ke dalam botol air mineral. Pelakunya setakat ini masih diselidiki oleh aparat berwajib. Peristiwa itu pada Senin lusa kemarin. (wan)