JB Penghina UAS Terancam Diusir dari Riau, Jika Dilanggar Dikenai Sumpah Adat


banner 160x600
Women face

PEKANBARU (WNC) - Sanksi adat yang akan diterima Joni Boyok (JB) penghina Ustad Abdul Somad (UAS) sedang dipertimbangkan
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). Salah satu sanksi adat, JB bisa diusir dari Riau, jangka wajtu tertentu atau selamanya.

Setajat ini LAMR telah melaksanakan sidang hukum adat Melayu terkait kasus penghinaan yang dilakukan akun facebook Jony Boyok terhadap Datuk Seri Ulama Setia Negara, Ustaz Abdul Somad Lc Ma, Rabu (12/9/2018) kemarin.

Baca Juga: Pengusutan Kasus Laporan Edy Suryanto Belum Tuntas

Menurut Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri Al Azhar, hasil sidang hukum adat yang dilaksanakan kemarin itu menyatakan bahwa tindakan Jony Boyok menghina UAS dengan sebutan Dajjal adalah perbuatan yang salah dan fatal menurut adat. Sebab, UAS yang dihina Jony Boyok tersebut merupakan ulama besar kebanggaan masyarakat Riau dan merupakan satu-satunya ulama yang mendapat penabalan gelar dari LAMR sebagai Datuk Seri Ulama Setia Negara.

"Perbuatan JB salah menurut adat, maka masing-masing anggota Majelis Kerapatan Adat sedang menimbang kesalahan itu mengenai berat dan ringannya," kata Al Azhar di Balai Adat LAMR, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Kamis (13/9/2018).

Disamping itu, lanjut Al Azhar, MKA LAMR menegaskan bahwa hukuman tertinggi adat melayu bagi pengacau adalah diusir dari Riau. Di mana, hukum adat pengusiran ini terbagi dua, yakni diusir selamanya dan diusir dalam batas waktu tertentu.

"Hukuman adat tertinggi yang berlaku di aturan adat Melayu mana pun di Riau itu diusir dari negeri ini. Diusir bisa dalam waktu tentatif atau ada juga yang selamanya," tegasnya.

Tak sampai disitu saja, apabila nanti sanksi hukum adat sudah dijatuhkan, maka JB harus menjalankan hukuman tersebut.

"Apabila dia ingkar dan tidak menjalankan hukuman adat yang diberikan oleh LAMR, maka yang bersangkutan akan dikenakan sumpah adat," ujarnya. (wan)