ICA Bertekad Bangkitkan Menu Tradisional Melayu Riau

No comment 148 views

banner 160x600
Women face

PEKANBARU (WNC) - Indonesian Chef Association (ICA) sebagai organisasi yang menjalin persatuan cheff seluruh Indonesia khususnya di Riau, ingin menjadikan menu tradisional Melayu Riau menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Niat ini mulai bangkit sejak berdirinya di tahun 2010 lalu.

Cita-cita ICA ini diungkapkan Ketua ICA Riau Bangun Suryoto kepada Harian Koran Riau. "Jangan sampai masakan daerah itu hilang digerus oleh masakan moderen cepat saji. Inilah yang kadang sering kita lupa," ujar Bangun Suryoto menjelaskan peran ICA sejak berdiri tahun 2010 lalu.

Baca Juga: Citilink Berikan Fasilitas WiFi Gratis di Ketinggian 35.000 Kaki

Karena itu pula ICA tak lupa memperjuangkan pada hotel-hotel yang ada di Riau, agar selalu menyediakan menu tradisional lokal sebesar 30 persen. Mewujudukan cita-cita itu pula, ICA pernah menggelar Festival Masakan Melayu, salah satunya ketika HUT Accord ke 22, yang sempat diikuti 22 jenis masakan Melayu. 

Berbagai kegiatan lomba hingga ke tingkat nasional juga digelar dengan hasil yang memuaskan. Tak kalah pentingnya dengan puncak Rekor MURI  memecahkan 398 jenis masakan yang terbuat dari sagu di depan Kantor Gubri beberapa waktu lalu.

"Karena itu kita mendorong pemerintah melalui Dinas Pariwisata Riau untuk mendukung program ICA, dengan cara menghadirkan menu masakan Melayu pada kegiatan-kegiatan pemerintah," harap Bangun Suryoto.

Harapan ini juga ditujukannya pada masyarakat Kota Pekanbaru, maupun Riau umumnya untuk mendukung kehadiran masakan khas Melayu Riau, menimal di daerah kabupaten kota masing-masing. "Kita sesama Cegff sering membahas masakan daerah apa yang perlu diangkat. Seperti halnya Patin Asam Padeh, Ikan Salai Daun Ubi dan lainnya," jelas Bangun sembari menambahkan, peran ICA juga menjadi penguji kompetensi pada SMK yang ada di Riau. 

ICA Riau sebagai punggawa penyelamat aset menu Melayu Riau, saat ini diikuti sebanyak 285 anggota yang umumnya diisi cheff, juga anggota karyawan hotel, cafe, maupun restoran. "ICA memang organisasi para cheff, namun anggotanya tidak terbatas, kecuali untuk jabatan penting harus minimal pernah Executive Cheff di Hotel Bintang Empat," terang Bangun pula. (wan)