Himpaudi Riau Sampaikan Empat Poin Penting

No comment 75 views

banner 160x600
Women face

SIAK (WNC) - Ada empat poin penting yang disampaikan oleh Ketua Bidang Organisasi Himpaudi Provinsi Riau, Hj Aida Malika pada saat aksi Gerakan Seribu Rupiah, Rabu (9/1/2019) kemarin di aula Kantor Camat Mempura.

Peryama, Pendidik PAUD Kabupaten Siak patut bersyukur bahwa Pemerintah Kabupaten Siak memberikan perhatian yang besar terhadap kesejahteraan pendidik PAUD yaitu dengan memberikan insentif sebesar Rp 450 ribu per bulan. Karena banyak pemerintah Kabupaten/kota lainnya yang belum memberikan perhatian terhadap kesejahteraan pendidik PAUD, atau tidak memberikan insentif terhadap guru PAUD.

Baca Juga: Pertina Kota Payakumbuh, Utus Tiga Atlet Tinju Ikuti Bupati Sijunjung Cup II 2019

Kedua, Himpaudi ingin memperjuangkan kesejahteraan pendidik PAUD seluruh Indonesia. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan memperjuangkan kesetaraan antara Pendidik PAUD Formal dan PAUD Non Formal. Selama ini, pendidik PAUD Formal mendapatkan tunjangan sertifikasi, dapat menjadi PNS, mendapatkan “fasilitas” peningkatan kompetensi pembelajaran. Sedangkan Pendidik PAUD Non Formal terbatas dan tidak menerima. Ketika kewajiban seorang guru dibebankan sama antara pendidik PAUD formal dan non formal, lalu kenapa dalam haknya, yang diterima berbeda.

Ketiga, Untuk memperjuangkan kesetaraan hak antara pendidik PAUD Formal dan Non Formal, Himpaudi sebagai lembaga mengajukan judicial review UU Guru dan Dosen ke Mahkamah Konstitusi. Meskipun selama ini telah sama-sama diakui sebagai pendidik oleh Undang-Undang Sisdiknas, namun ternyata yang diakui sebagai guru oleh Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen hanya pendidik PAUD formal saja. Sedangkan pendidik PAUD non formal tidak diakui sebagai guru. Hal ini diketahui dari defisini Guru pada pasal 1 angka 1, Undang-Undang Guru dan Dosen. Akibatnya hak-hak pendidik Paud non formal jadi terabaikan.

Keempat, untuk memperjuangkan kesejahteraan Pendidik PAUD juga bisa dilakukan dengan pendidik Paud sebagai individu memilih wakil-wakil rakyat (baik di tingkat daerah maupun Pusat) yang memahami tentang permasalahan pendidik PAUD sehingga mampu memperjuangkannya.

Sementara Ketua Himpaudi Kabupaten Siak Walini menambahkan tujuan dari gerakan seribu ini adalah untuk membantu menyumbang menuju kesetaraan hak bagi guru paud non formal se Indonesia.

Ia bilang, perjuangan ini sekali untuk selamanya dan akhirnya sebanyak 808 orang guru Paud se Kabupaten Siak masing-masing menyumbang Rp 12 ribu ditambah sumbangan dari Wakil Bupati Siak, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Siak dan semua pengurus Himpaudi Kabupaten Siak.

Salah seorang peserta aksi dari Kecamatan Koto Gasib Kepala Kelompok Bermain (KB) Mutiara Hati dan sekaligus tenaga pengajar mengatakan dirinya tetap semangat mengajar meski honornya kecil. (rilis/adi)