Hanum Rais Ungkap Cara Ratna Sarumpaet Membohongi Dirinya

No comment 101 views

banner 160x600
Women face

JAKARTA (WNC) – Penulis novel, Hanum Salsabiela Rais menegaskan bahwa ia menjadi korban kebohongan aktivis wanita Ratna Sarumpaet. Karena itu, laporan polisi yang menunjukkan kepada dirinya sebagai penyebar hoax tidak tepat. 

Saat diwawancarai tvOne, Jumat 5 Oktober 2018,  dia pun menceritakan secara gamblang bagaimana dia sempat mempercayai Ratna mengalami penganiayaan. Dia pun menegaskan, tidak menelan mentah Ratna. 

Baca Juga: PA 212 Kutuk Aksi Banser NU Bakar Bendera Tauhid

"Saya hanya ingin menyatakan pada tanggal 2 Oktober jam 1 (siang), saya lihat jelas sekali gambar beredar yang diduga Ratna Sarumpaet yang lebam. Tetapi, saya tidak ingin lekas share, tapi ingin tabayun dulu," ujarnya, dilansir viva.co.id.

Dia pun mengaku saat bertemu Ratna, bukti-bukti yang diberikan ke dia bahwa mengalami pemukulan pun sangat meyakinkan. Bahkan, ia ditunjukkan luka-luka yang diderita Ratna.  

"Saya tidak menyangka dia membuat such a big lie," tegasnya. 

"Saya sebagai dokter, dokter gigi, saya melihat suatu kekhilafan. Saya mohon maaf. Saya sendiri pun sebagai korban," ungkap putri Amien Rais tersebut.

Menkominfo

Sementara itu. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan, tidak ada ampun bagi mereka yang menyebarkan berita bohong atau hoax, karena sudah melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE.

"Siapapun yang menyebarkan 
hoax sama seperti tidak tahu diri. Kita lagi jungkir balik membantu saudara-saudara kita, mereka kaya kurang kerjaan nyebarin 
informasi tidak benar," kata Rudiantara di Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018.

Lebih lanjut ia menuturkan, maraknya penyebaran informasi bohong, terutama pascabencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah membuat pemerintah terus melakukan
 crawling dan kemudian melabelinya sebagai hoax.

Tugas ini, lanjut Rudiantara, dilakukan oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo setiap harinya. "Kami tidak tentukanhoax saja, tapi menyatakan yang benar itu apa. Hoax juga sama. Kenapa bisa hoax," tegasnya.

Ia mengaku sejak hampir sepekan ini telah menemukan 14 berita bohong atau hoax, di mana delapan di antaranya mengenai keretakan Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Selanjutnya, foto ribuan korban bencana dan Wali Kota Palu, Hidayat, dikabarkan meninggal dunia.

Bukan itu saja. Rudiantara menyebut hoax yang paling menyita perhatian publik mengenai foto Organisasi Masyarakat Front Pembela Islam yang gerak cepat mengevakuasi korban. "Foto itu sudah pernah digunakan tahun 2015 saat bencana di Sukabumi," ujar Rudiantara. (wan)

 

Sumber: viva.co.id