Fasilitator Kampung Buantan Lestari Pertanyakan Anggaran Sistem SLRT


banner 160x600
Women face

BUNGARAYA (WNC) - Anggaran Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) yang diprogramkan oleh Pemerintah Kabupaten Siak hingga kini masih belum cair. Kondisi ini mempersulit kerja fasilitator.

Keluhan ini disamapikan Fasilitator SLRT Kampung Buantan Lestari Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak Sutisna kepada wartawan di kediamanya Minggu (11/11/2018).

Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, Disdik Siak MoU dengan PT RAPP

Disebutkannya, Program SLRT Kabupaten berdasarkan SK Bupati Siak tertanggal 22 Desember 2017. Surat Keputusan Bupati Siak Nomor 679/HK/KPTS/2017 tentang Unsur Penyelenggara Sistem Layanan Rujukan Terpadu. Permasalahan anggaran untuk Tali Asih yang belum keluar ini sebut sebut dikarenakan anggaran tersedia.

"Padahal, fasilitator di setiap kampung itu sudah bekerja di lapangan, namun anggaran belum juga keluar,"  keluh Sutisna selaku Fasilitator SLRT Kampung Buantan Lestari ini.

Sutisna menambahkan, yang namanya program tentu menggunakan anggaran, sedangkan sebagian Fasilitator audah menerima anggaran APBN itu. "Dengan pengeluaran SK Bupati yang sama, kenapa di Kampung Buantan Lestari ini. Padahal, tanpa adanya anggaran program SLRT itu, tidak akan bisa berjalan dengan baik," ujarnya pula.

Diharapkanbya DPRD Siak peduli dengan program yang sudah dijalani ditahun 2018 ini. Jangan giliran pas mau maju Mencaleg, baru mereka sibuk minta dukungan.

"Program ini menggunakan dana sharring dari pusat dan daerah, tanpa adanya anggaran, program SLRT itu tidak akan bisa berjalan dengan baik sebagaimana mestinya," ujar Sutisna.

Lanjutnya, joka Pemerintah Kabupaten Siak tidak bisa menganggarkan untuk Program SLRT khususnya Fasilitator yang bekerja di lapangan, lebih baik tidak dibentuk Program. Karena
untuk bekerja menggunakan transportasi dan biaya operasional.

"Tentu pakai uang, bukan pakai daun " pungkas Sutisna sembari berharap pemerintah menganggarkan untuk program SLRT di kampung ini," harapnya. (adi)