Dua TPS di Kampar Lakukan Pemungutan Suara Ulang

No comment 42 views

banner 160x600
Women face

BANGKINANG (WNC) - Dua TPS (Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Kampar terpaksa melakukan pemungutan suara ulang (PSU). Hal itu menyusul rekomendasi pengawas pemilihan umum (Panwaslu) di Kabupaten Kampar untuk dua TPS 03 Desa Pulau Tinggi Kecamatan Kampar dan TPS 01 Desa Gajah Bertalut, Kecamatan Kampar Kiri Hulu.

PSU untuk TPS 03 Desa Pulau Tinggi telah digelar hari ini Kamis (28/6/2018). Pelaksanaan PSU dipantau langsung Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan, Ketua Panwaslu Kampar Marhaliman dan jajaran.

Baca Juga: Ribuan Masyarakat Hadiri Pembukaan MTQ XVIII Kabupaten Siak di Perawang

Ketua Panwaslu Kabupaten Kampar Marhaliman, dilansir riauterkini.com menjelaskan, PSU direkomendasikan Panwaslu Kabupaten Kampar sebagai buntut adanya salah seorang anggota KPPS berinisial SS tertangkap menggunakan hak pilih sebanyak dua kali pada hari pemungutan suara kemarin, Rabu (27/6/2018).

Aksi SS pertama kali dilihat oleh pengawas TPS yang sedang bertugas di TPS tersebut. Ia tampak dua kali memasukkan kertas surat suara ke dalam kotak suara. Suasanapun menjadi riuh karena saksi pasangan calon juga ikut mempersoalkan tindakan SS. Ia nekat melakukan aksi itu karena beralasan menggunakan hak pilih istrinya yang sedang sakit.

SS langsung diamankan di Sekretariat Panwaslu Kampar untuk menjalani proses hukum selanjutnya. Rabu malam Panwaslu Kabupaten Kampar telah meminta keterangan kepada SS dan saksi dari pasangan calon di kantor Panwaslu Kampar di Jalan Letnan Botak, Bangkinang. Selain Panwaslu juga membawa barang bukti kotak suara, surat suara dan tinta.

Dari 378 pemilih yang terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) di TPS tersebut, partisipasi pemilih pada PSU di sini cukup tinggi lebih dari lima puluh persen.

Marhaliman menyebutkan, pihaknya membutuhkan waktu selama lima hari untuk membahas dan memutuskan apakah hal ini masuk dalam kategori pidana pemilu dan diteruskan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk ditindaklanjuti.

Rekomendasi untuk melaksanakan PSU juga terjadi di TPS 01 Desa Gajah Bertalut, Kecamatan Kampar Kiri Hulu.

Kasus di sini berbeda dengan di Pulau Tinggi. PSU di salah satu desa yang masuk kategori sangat sulit direkomendasikan oleh Panwaslu Kecamatan Kampar Kiri Hulu kepada KPU dan ditembuskan ke Panwaslu Kabupaten Kampar karena pada hari pemungutan suara kemarin KPPS tetap melaksanakan pemungutan suara disaat surat suara mengalami kekurangan dan tidak sesuai dengan DPT di TPS tersebut.

Ketua Panwaslu Kampar Marhaliman menyebutkan bahwa PSU di Gajah Bertalut akan dilaksanakan pada Sabtu (30/6/2018) nanti.

Mantan Ketua PWI Kabupaten Kampar ini menjelaskan, dari 293 pemilih di DPT, hanya ada 63 surat suara pada hari pemungutan suara kemarin. "Sesuai PKPU Nomor 8 tahun 2018 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara, kekurangan surat suara bisa diambil dari TPS lain atau TPS terdekat. Namun karena jalur di desa ini adalah jalur sulit karena berada di jalur sungai (Sungai Subayang red) ditambah lagi sinyal telepon nggak ada maka hal tersebut tak dipenuhi dan pemungutan suara tetap dilanjutkan dengan kondisi kekurangan surat suara," terang Marhaliman.

Menurutnya, kasus di Gajah Bertalut ini hanya bersifat pelanggaran administrasi, tidak ada unsur pidana.*(man)

Foto: Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan didampingi Ketua Panwaslu Kampar Marhaliman meninjau PSU di TPS 03, Desa Pulau Tinggi, Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar, Kamis (28/6/2018). (wan)