Disnaker Pekanbaru Akan Awasi Penerapan UMK 2019

No comment 40 views

banner 160x600
Women face

PEKANBARU (WNC) - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) berjanji siap melakukan pengawasan penerapan Upah Minimum Kota (UMK) Pekanbaru tahun 2019 oleh Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru, sehubungan masih banyak pihak perusahaan yang tidak patuh atau mengindahkan aturan yang sudah ada.
Sebagaimana diketahui, Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru telah menerapkan besar Upah Minimum Kota (UMK) Pekanbaru 2019 sebesar Rp 2.762.852. Penerapan yang sudah diterapkan itu harus ditaati dan dijalani seluruh pelaku usaha atau pihak perusahaan yang ada di Kota Pekanbaru.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Pekanbaru, Johnny Sarikoen mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum ada menerima adanya lapora atau pengaduan dari masyarakat atau tenaga kerja sendiri terkait pembayaran UMK 2019 sebesar Rp2.762.852 yang wajib dibayarkan terhitung tertanggal 1 Januari 2019.
"Sampai saat ini kami belum ada menerima laporan atau pengaduan terkait pembayaran UMK 2019 sebesar Rp2.762.852 yang terhitung tertanggal 1 Januari 2019 wajib dibayarkan pihak perusahaan kepada tenaga kerjanya. Agar penerapan UMK 2019 dapat berjalan lancar, kami berjanji siap melakukan pengawasan," kata Johnny.
Johnny menambahkan, pihaknya berharap seluruh tenaga kerja tahun ini bisa atau dapat menerima upah atau gaji sesuai UMK Pekanbaru 2019.
Selain itu pihaknya juga menghimbau dan berharap bagi tenagah kerja yang tidak atau belum menerima upah atau gaji sesuai UMK Pekanbaru 2019 yang sudah ditetapkan dapat memberikan laporan atau pengaduan tertulis. Dengan adanya laporan atau pengaduan secara tertulis itu, pihaknya akan menindak lanjuti segera.
Lanjut dikatakannya, untuk menerima adanya pengaduan dan laporan terkait penerapan UMK Pekanbaru yang sudah ditetapkan, pihaknya telah membuka ruang khusus pengaduan laporan UMK Pekanbaru 2-019 di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekanbaru di Jalan Kapling.
Sebelum pihaknya memberikan sanksi tegas kepada pelaku usaha atau pihak perusahaan itu, nantinya akan ada mekanisme yang harus dijalani.
"Saya berharap bagi tenaga kerja yang tidak menerima gaji atau upah sesuai UMK Pekanbaru agar dapat datang langsung ke Kantor Disnaker sekaligus membuat laporan secara tertulis atau resmi. Jika laporan atau pengaduan disampaikan melalui pesan SMS atau chat WA, kami tidak akan melayani atau memprosesnya. Dengan laporan atau pengaduan resmi itu akan memudahkan kami untuk menindak dan memberikan sanksi kepada perusahaan yang masih nakal," tutupnya. (wan)