Diguyur Hujan, Warga Siak Antusias Dengarkan Visi dan Misi Syamsuar


banner 160x600
Women face

SIAK (WNC) - Kampanye dialogis Paslon Nomor urut 1 Syamsuar-Edy yang dipusatkan di Lapangan Bola Simpang Kwalian, Kampung Rempak, Kecamatan Siak, Kamis, 3 Mei 2018 dihadiri ribuan massa. Meski diguyur hujan, massa pendukung Syamsuar-Edy tetap bertahan mendengarkan visi dan misi Syamsuar hingga kampanye selesai.

Pantauan wartawan di lapangan, tampak hadir seluruh suku yang ada di Kota Siak termasuk, suku Tionghoa, menyatukan tekat memenangkan Syamsuar

Baca Juga: Pengamat Nilai BI Kehabisan Opsi dalam Stabilkan Rupiah

Pada kampanye dialogis itu, tokoh masyarakat Siak Sutrisno mengajak masyarakat Kota Siak agar menyatukan hati pada Pemilihan Gubernur Riau mendatang.

Sutrisno mengatakan, bahwa dirinya sudah lama mengenal Syamsuar dan sangat tahu bagaimana Syamsuar bekerja untuk negeri ini. Dia menceritakan, bahwa dirinya pernah satu kantor dengan Syamsuar di Kantor Camat Siak.

"Syamsuar dalam bekerja sangat perhatian sekali kepada masyarakat yang paling bawah, waktu menjabat sebagai camat waktu kerjanya lebih banyak dihabiskan dengan masyarakat di lapangan," katanya.

"Oleh sebab itu, tidak usah ragu lagi kepada diri Syamsuar, kalau ada orang Siak calon jadi gubernur, kenapa harus memilih orang lain," sambungnya.

Sementara itu, mantan Bupati Siak Arwin AS yang hadir dalam kampanye itu, dalam orasinya mengatakan bahwa dulu Syamsuar adalah wakil dirinya saat menjabat sebagai Bupati Siak.

Arwin lebih lanjut menceritakan, saat-saat ia bersama Syamsuar meletakan pondasi pembangunan Kabupaten Siak ini untuk 25 tahun kedepan.

"Oleh sebab itu, karena saya tidak bisa melanjutkan pembangunan Kabupaten Siak ini, makanya saya minta Syamsuar pada saat itu sebagai Plt Bupati Meranti kembali ke Siak untuk memimpin Siak," ungkapnya.

Karena, kata Arwin, programnya bersama Syamsuar belum tuntas dikerjakan. Arwin juga mengatakan, sebenarnya ia juga bercita-cita ingin menjadi gubernur, tapi tidak bisa dilanjutkan.

"Maka sebab itu, cita-cita saya itu, saya harap bisa dilanjutkan oleh Syamsuar nantinya," ujarnya.

Dia mengakui bahwa saat ini Kabupaten Siak kesulitan dana untuk membangun karena tidak dapat perhatian dari Provinsi Riau selama ini.

"Masih Banyak pembangunan Siak ini membutuhkan ulur tangan dari Provinsi Riau, tapi tidak perhatian, seperti rencana Bandahara Sultan Syarif Kasim tidak direkomendasikan oleh Gubernur, KITB, Istana Siak dan banyak lagi,".

Oleh sebab itu, harapnya, jika Syamsuar jadi Gubernur Riau, dapat memperhatikan Siak.
"Saya sebagai tokoh pembangunan Siak ini tidak akan duduk diam saja untuk kemajuan Siak ini, karena itu, mari satukan tekat menangkan syamsuar. Kalau ada orang Siak tidak memilih Syamsuar, itu memang ridak mengenang jasanya kata dia. (rilis/adi)