Bupati Siak Ekspose Program Tata Kelola Hutan dan Lahan Gambut


banner 160x600
Women face

SIAK (WNC) - Bupati Siak Syamsuar, Rabu (12/9/2018) pagi, membuka kegiatan Ekspos Bersama Program Tata Kelola Hutan dan Lahan Gambut untuk mengurangi emisi di Indonesia melalui kegiatan lokal (TEGAK). Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Mempura yang diikuti sebanyak 47 orang, dan digagas oleh Konsorsium Yayasan Mitra Insani (YMI) bersama Konsorsium Elang dan Riau Woman Working Group (RWWG).

Dalam sambutannya  Syamsuar mengatakan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan gambut akan bangkit jika lahan tersebut dijaga dimanfaatkan dengan baik.

Baca Juga: Tolak Diberhentikan, Honorer Demo Kantor Bupati Rohil

“Kita tak ingin daerah ini menjadi ancaman terus, tiap musim panas langsung ada kebakaran" ujar Syamsuar.

Namun demikian, kata Syamsuar, lahan tersebut bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi, menjaga lingkungan dan menyelamatkan gambut.

Syamsuar berharap, sinergitas ini mampu mendorong pengelolaan lahan gambut sehingga mampu meningkatan ekonomi aleternatif bagi masyarakat didaerah tersebut.

Sebelumnya Deputi III Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut (BRG), Myrna Asnawati Safitri  mengatakan, harus ada koordinasi efektif agar program ini dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, BRG sangat mendukung upaya-upaya mencegah terjadinya kebakaran khususnya di lahan gambut.

Disampaikan Myrna, kegiatan ini harus terus bersinergi dengan program-program yang ada di kabupaten dan desa. Delanjutnya bagaimana program ini dapat terintegrasi dengan program desa dan kabupaten sehingga saat program ini selesai, masih bisa berlanjut.

Dilain pihak, Eko Putranto tim leader PMU UKCCU-ICCTF mengatakan program ini dilakukan untuk meningkatkan tata kelola hutan dan lahan gambut melalui kerja sama langsung dengan pemerintah di tingkat pusat dan daerah. Kemudian, program ini juga dilaksanakan untuk meningkatkan strategi penanggulangan kebakaran dan mempromosikan praktik-praktik terbaik di masyarakat.

Dijelaskannya, program Tegak selaras dengan konsep program restorasi gambut yang diterapkan oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) yang dikenal dengan 3R, Rewetting, Revegetation dan Revitalization of Local Livelihood.

Dalam program ini, ada 18 desa yang akan didampingi. Desa-desa tersebut berada di wilayah Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) Sungai Siak, Sungai Kampar (Semenanjung Kampar), Provinsi Riau.

Kegiatan yang dilakukan dalam bentuk Pemaparan Sosialisasi Program dari pelaksana dan diskusi serta tanggapan dari pihak terkait menghadirkan Pemerintah Kabupaten Siak, Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Perwakilan dari Badan Restorasi Gambut (BRG) RI, TRGD Provinsi Riau, ICCTF, Camat, Kepala Desa dan Perwakilan Masyarakat desa target program, dan anggota konsorsium.(rls/adi)