BPS Klaim Ekonomi RI Terdongkrak Belanja Lebaran, Piala Dunia, Pilkada


banner 160x600
Women face

 JAKARTA (WNC) – Badan Pusat Statistik (BPS) bakal merilis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia kuartal II 2018, hari ini, Senin 6 Agustus 2018.  Realisasinya diprediksi akan menyentuh angka 5,12 persen, lebih tinggi dibanding capaian kuartal I 2018 yang sebesar 5,06 persen.

Ekonom PT Bank Central Asia Tbk, David Sumual mengungkapkan, ada sejumlah kegiatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuarta tersebut. Konsumsi masyarakat pun terdorong. 

Baca Juga: Pengamat Nilai BI Kehabisan Opsi dalam Stabilkan Rupiah

"Konsumsi relatif baik [karena] pengaruh musiman puasa dan Lebaran, Pilkada dan World Cup. Penjualan mobil, motor, pakaian lebih baik dari tahun lalu. Daya beli kelas menengah sedikit ada perbaikan. Trade jadi faktor negatif. Impor agak tinggi di semester I dan investasi cenderung flat di semester I," ujar dia, dilansir VIVA, Senin 6 Agustus 2018.

Di lain pihak, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi pada April-Juni 2018 akan mencapai 5,15 persen.

Dia menuturkan, angka tersebut juga ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang didorong oleh pencairan tunjangan hari raya atau THR yang sebesar Rp35,76 triliun dan libur Lebaran yang cukup panjang pada Juli 2018 lalu.

"Serapan belanja pemerintah, khususnya belanja pegawai, juga menstimulus ekonomi nasional. Meskipun tantangannya kelas menengah masih menahan belanja untuk antisipasi kenaikan harga BBM nonsubsidi dan pangan di semester II," ujar tuturnya. (ren)

 

Sumber: viva.co.id