Jawab Aksi Mahasiswa KAMMI

BI Riau Jelaskan Penyebab Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

No comment 77 views

banner 160x600
Women face

PEKANBARU (WNC) - Menjawab tuntutan mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung Bank Indonesia Riau, Senin (10/9/2018) Kepala Kantor Perwakilan BI Riau, Siti Astiyah menjelaskan Ikhwal terjadinya pelemahan rupiah.

Kepada mahasiswa yang berada di luar pagar gedung BI, di Jalan Jenderal Sudirman, Siti Astiyah menyampaikan bahwa stabilisasi nilai tukar adalah tugas kita bersama. BI sudah melakukan berbagai upaya kewenangan.

Baca Juga: Tolak Diberhentikan, Honorer Demo Kantor Bupati Rohil

"Sesuai kewenangan yang dimiliki, BI telah melakukan upaya maksimal antara lain (1) penyesuaian suku bunga BI 7day repo rate beberapa guna kali merespon perkembangan pasar (2) melakukan intervensi pasar valas untuk memenuhi permintaan pasar uang terhadap valas (3) menghimbau pelaku usaha dan stakeholders untuk tidak memegang US Dollar dalam jumlah besar,” jelas Siti pula.

Setelah menyampaikan pernyataan, ibu Siti juga memberikan kesempatan kepada peserta aksi untuk berdialog. Beberapa pertanyaan dilontarkan secara bergantian oleh peserta aksi.

Dialog berjalan lancar, sampai sekira pukul 17.14 WIB Siti Astiyah menutup dialog dan mahasiswa berangsur membubarkan diri.

Dalam aksinya di depan Kantor Bank Indonesia, Jalan Sudirman, Senin (10/9/18) sore, KAMMI Riau menuntut pemerintah untuk melakukan langkah langkah untuk menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang saat ini sudah Rp15 ribu per dolar Amerika Serikat.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi demo KAMMI Riau, Alvian Syahrizal, dalam orasinya menyampaikan 4 tuntutan kepada Bank Indonesia

"Pertama menuntut pemerintah untuk terus berupaya menekan rupiah kembali pada titik aman. Kedua, menuntut pemerintah untuk lebih serius dalam mengelola negara dengan tidak membuat kebijakan yang dapat melemahkan nilai tukar rupiah," ujar Alvian.

Tuntutan ketiga adalah menjaga stabilitas harga bahan pokok dan ketersediaannya di lapangan.

"Dan yang keempat meminta pihak pihak tertentu untuk menghentikan kepentingan politik kelompok yang dinilai sudah jauh melebihi kepentingan negara," terangnya. (wan)