Petani Doral Berkarya Tanjung Medan Terus Menanti

Bagian Pertanahan Siak Terkesan Mengulur Waktu, Serahkan Data 30 Bidang Lahan Petani


banner 160x600
Women face

PUSAKO (WNC) - Petani Doral Berkarya Tanjung Medan, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak sejak tahun 2016 hingga kini terus diberi angin surga. Pasalnya Bagian Pertanahan Siak tak kunjung memberikan data bagi 30 bidang lahan milik petani yang harus dibebaskan oleh PT Arara Abadi (AA).

Kekecewaan ini dilontarkan
Sekretaris Kelompok Tani Berkarya Dusun Doral Berkarya, Tanjung Medan, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak Rizal. Dirinya yang mewakili petani mempertanyakan salinan surat/data keputusan sebanyak 30 bidang lahan milik warga petani yang harus dibebaskan oleh PT Arara Abadi (AA) di Jalan Doral, Kampung Dosan, Kecamatan Pusako.

Baca Juga: PA 212 Kutuk Aksi Banser NU Bakar Bendera Tauhid

"Hingga kini belum juga diserahkan oleh Bagian Pertanahan, Kabupaten Siak. Kecewanya masyarakat
karena penantian sudah sejak tahun 2016 silam," ungkap Sekretaris Tani Berkarya Dusun Tanjung Medan Rizal, kepada wartawan di Siak, Selasa (2/10/18).

Rizal mengaku dirinya sudah menanyakan langsung ke Rusli, staf di Kecamatan Pusako, apakah Kelompok Tani (Poktan) Doral Berkarya Tanjung Medan sudah bisa mendapatkan salinan surat/data  keputusan 30 bidang lahan milik warga yang harus dibebaskan oleh PT Arara Abadi di Jalan Doral  Kampung Dosan, Kecamatan Pusako. Jawaban Rusli staf kecamatan, bahwa surat petani  Doral belum masuk di Kecamatan Pusako.

"Saya juga sudah menghubungi lewat telpon pak Dede, Bagian Pertanahan Kabupaten Siak. Menurut beliau surat belum bisa diserahkan ke Kecamatan Pusako dengan alasan menunggu hasil gelar rapat pertemuan sama Asisten l Pemkab Siak, dengan Kantor Pertanahan dan pihak Kecamatan Pusako," kata Kasubag Pertanahan, Siak itu," ujar Rizal.

Rizal pun heran, apakah pihak Bagian Pertanahan Kabupaten Siak sengaja hanya mengulur ulur waktu agar masyarakat lupa hingga permasalahan hak tanah raib begitu saja.

Menurut Rizal, dalam permasalahan ini ia sudah konfirmasi ke Camat Pusako Andi Putra. "Saya tanya mengenai surat itu. apakah ada jadwal dan undangan rapat  dengan Asisten l di Kantor Bupati Siak," ujar Andi Putra.

Camat Pusako menyatakan, saat ini belum ada jadwal rapat di kecamatan apalagi undangan untuk rapat membahas nasib petani Doral itu. "Kita kita juga menunggu jalan keluarnya dan kita berharap kepada petani bersabar mudahan salinan surat/data 30 bidang petani di Doral Tanjung Medan itu nanti dapat terealisasi kita tunggu saja," pinta Camat.

Sesuai rencana, Petani Doral kata Rizal, bila hak hak mereka dipersulit juga, maka puluhan petani akan mendatangi Kantor Bagian Pertanahan untuk mempertanyakan langsung nasib hak mereka yang terindikasi sengaja dipersulit oleh oknum petinggi di Pemkab Siak demi membantu PT Arara Abadi untuk merampas lahan pertanian masyarakat Petani di Kampung Dosan.

"Kami berharap kepada pak Asisten l Setdakab Siak segera mengadakan rapat pembahasan tentang salinan surat 30 bidang petani di Doral itu pintanya," pintanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Kelompok tani Berkarya Dusun Tanjung Medan, Johan Supriadi. Ia mengaku ingin persoalan ini dapat segera diselesaikan. Karena sudah lama persoalannya semenjak dari tahun 2016 silam sampai sekarang sudah mau akhir tahun 2018, belum juga salinan surat/data sebanyak 30 bidang lahan petani di Dusun Doral Berkarya Tanjung Medan Kecamatan Pusako belum juga diserahkan datanya kepada petani Doral," kata Johan Supriadi ini.

Untuk itu ia berharap kepada pihak terkait supaya memberikan kepastian yang jelas. "Ada apa kok sampai sekarang data lahan petani yang 30 bidang itu belum diserahkan lagi oleh Bagian Pertanahan Siak itu, karena petani menuntutnya dengan kami kami yang disalahkan mereka untuk itu. Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Siak untuk segera menduduki permasalah ini," pinta Johan Supriadi ini.

Sementara itu, menyikapi persoalan salinan surat/data sebanyak 30 bidang lahan warga petani Doral Berkarya, Tanjung Medan itu, Kasubag Pertanahan Siak, Dede kepada media ini menyampaikan,surat/data itu belum diserahkan ke petani karena pihaknya menunggu agenda rapat bersama Asisten Pemerintahan dan rapat bersama Pemerintah Kecamatan Pusako. "Kita menunggu nanti, kapan rapatnya kita kasi tau," ujar Dede. (adi)